Persiapan berobat
Efek obat Parkinson makin singkat: perlukah mempertimbangkan DBS?
Jika obat masih meredakan gejala tetapi makin sulit mencakup kebutuhan sepanjang hari, atau menimbulkan gerakan tak terkendali yang mengganggu, penilaian untuk stimulasi otak dalam dapat dibahas sebelum obat sama sekali tidak membantu. Kasus yang dipublikasikan di Suzhou juga menunjukkan bahwa implantasi, pengaktifan, dan pemrograman lanjutan perlu dipikirkan bersama sebelum berobat ke Tiongkok.
Tim Konten SinoCareHub4 menit
Lihat dahulu gejala yang membaik dengan obat
Pak Long (nama samaran), berusia 70 tahun, telah mengalami penyakit Parkinson selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam laporan Suzhou Kowloon Hospital yang terbit pada Februari 2026, ia mengalami kekakuan dan sulit bergerak sebelum obat bekerja, lalu gerakan memuntir yang tidak terkendali setelah efek obat muncul. Setelah penilaian, tim menanamkan stimulator otak; alat baru diaktifkan dan diprogram sekitar satu bulan kemudian.[1]
Stimulasi otak dalam atau deep brain stimulation (DBS), yang juga disebut pemacu otak, menggunakan elektroda yang ditanam di otak dan stimulator di bawah kulit dada. Impuls listrik ke area otak tertentu membantu mengendalikan gejala.[3]
Jika obat masih memperbaiki gerakan lambat atau kekakuan, tetapi manfaat setiap dosis bertahan makin singkat, penilaian DBS layak dibahas. Diskinesia akibat obat, yaitu gerakan tak terkendali yang mengganggu kehidupan sehari-hari, juga dapat menjadi alasan penilaian. Penyesuaian obat tetap merupakan pilihan terapi; efek yang makin singkat tidak berarti harus langsung dioperasi.[2][4]
Perlu dibedakan gejala mana yang membaik dengan obat dan berapa lama perbaikan itu bertahan. Gejala gerak yang merespons levodopa dengan baik sering termasuk gejala yang lebih mungkin membaik dengan DBS. Untuk sebagian besar gejala yang responsnya terhadap obat buruk, operasi tidak dapat diharapkan menyelesaikannya atas dasar tersebut. Tremor dapat menjadi pengecualian: sebagian tremor yang sulit dikendalikan dengan obat masih mungkin memperoleh manfaat dan perlu dinilai secara terpisah.[2]

Bagaimana tahapan kasus di Suzhou?
Laporan rumah sakit menyebutkan implantasi setelah penilaian multidisiplin, dilanjutkan pengaktifan dan penyesuaian parameter sekitar 30 hari setelah operasi. Setelah itu, terlihat perbaikan berjalan dan tremor. Laporan tidak menjelaskan apakah terjadi komplikasi, serta tidak memberikan tindak lanjut jangka panjang, skor standar, atau dosis obat setelah operasi. Besarnya perbaikan pasien lain tidak dapat ditaksir dari kasus ini.[1]
Pertimbangkan manfaat bersama risikonya
DBS tidak menyembuhkan penyakit Parkinson, dan obat sering tetap diperlukan setelah operasi. Gangguan bicara, keseimbangan, atau kognitif tidak boleh begitu saja dimasukkan dalam manfaat yang diharapkan. Gangguan kognitif atau emosional yang berat juga dapat memengaruhi kelayakan operasi.[2][4]
Operasi memiliki risiko, termasuk perdarahan di otak dan infeksi. Stimulasi itu sendiri dapat menimbulkan gangguan bicara, keseimbangan, atau suasana hati; sebagian memerlukan penyesuaian parameter.[3] Jika masalah utama pasien adalah mudah jatuh atau sulit berbicara, masalah tersebut perlu dicantumkan tersendiri saat penilaian. Jangan hanya menilai terapi dari video kasus yang memperlihatkan tremor tangan berkurang.
Rencanakan pemrograman sebelum ke Tiongkok
Pemrograman berarti dokter menetapkan dan menyesuaikan parameter alat. Informasi publik Tsinghua University Yuquan Hospital menjelaskan bahwa waktu pengaktifan pertama berbeda antar-rumah sakit, dan penyesuaian berikutnya mengikuti perubahan kondisi pasien.[5] Jeda sekitar satu bulan pada kasus Suzhou tidak dapat langsung dianggap sebagai lama rawat atau lama tinggal di Tiongkok untuk setiap pasien.
Saat membandingkan rencana dari rumah sakit di Tiongkok, pastikan di mana pengaktifan pertama dilakukan, siapa yang menangani pemrograman selanjutnya, serta tim mana yang dapat melanjutkan pengelolaan alat tersebut setelah pasien pulang ke negaranya. Baterai mungkin juga perlu diganti; masa pakainya dipengaruhi penggunaan dan pengaturan.[3] Pengaturan ini memengaruhi beban perawatan lanjutan, sehingga perbandingan perlu mencakup lebih dari satu tindakan operasi.
Untuk penilaian, ringkasan kondisi dapat memuat obat yang sedang digunakan, berapa lama perbaikan bertahan setelah setiap dosis, kapan kekakuan atau gerakan tak terkendali kembali, serta gejala yang paling ingin diperbaiki. Dokumen yang sudah ada dapat ditata mengikuti Panduan persiapan rekam medis dan pencitraan. Tim penerima menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan.
Konsultasi perawatan
Ceritakan kondisi dan kebutuhan Anda. Rekam medis belum lengkap? Tetap boleh bertanya.
Bacaan terkait
Sumber dan referensi
- Suzhou Kowloon Hospital: Terapi antarmuka otak-komputer membantu pasien Parkinson kembali bergerak (terbit di situs rumah sakit 9 Februari 2026; publikasi ulang Yinlibo; kasus, penilaian, dan pengaktifan sekitar 30 hari setelah implantasi) Diakses 30 Oktober 2026.
- Parkinson's Foundation: Frequently Asked Questions (halaman cetak 30–31; halaman PDF 32–33; DBS dan penilaian kandidat) Diakses 30 Oktober 2026.
- Mayo Clinic: Deep brain stimulation (17 Maret 2026; gambaran umum, risiko, dan perawatan setelah tindakan) Diakses 30 Oktober 2026.
- NHS: Parkinson's disease—Treatment (obat dan operasi) Diakses 30 Oktober 2026.
- Tsinghua University Yuquan Hospital, Unit Neuroelektrofisiologi: Pemrograman pascaoperasi (tanggal publikasi tidak tercantum; definisi, waktu pengaktifan, dan penyesuaian lanjutan); artikel ini tidak menggunakan angka pemesanan, dosis obat, atau frekuensi pemrograman pada halaman tersebut. Diakses 30 Oktober 2026.