Persiapan berobat
Stenosis aorta: siapa yang cocok menjalani TAVR?
Penggantian katup melalui kateter bukan hanya untuk orang yang tidak dapat menjalani operasi jantung terbuka. Pilihan TAVR atau operasi pada stenosis aorta berat bergantung pada pembuluh darah dan anatomi katup, penyakit jantung lain yang perlu ditangani, serta kemungkinan tindakan di masa depan. Kasus yang dipublikasikan di Shaanxi juga menunjukkan dukungan kompleks yang mungkin diperlukan meskipun sayatannya kecil.
Tim Konten SinoCareHub6 menit
Adakah pilihan jika operasi jantung terbuka berisiko tinggi?
TAVR merupakan pilihan bagi sebagian pasien stenosis aorta berat, termasuk sebagian pasien dengan risiko operasi lebih rendah. Kesesuaiannya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan usia atau rasa takut terhadap operasi jantung terbuka. Tim jantung juga membandingkan akses pembuluh darah, struktur katup, penyakit lain, dan rencana perawatan jangka panjang.[2,4] Saat membandingkan kedua pendekatan, pahami manfaat nyata yang mungkin diperoleh dan beban perawatan lanjutan masing-masing.
Pada 19 Oktober 2026, Shaanxi Provincial People's Hospital melaporkan seorang pasien berusia 76 tahun yang berulang kali dirawat karena dada terasa sesak, sulit bernapas, dan sesak pada malam hari. Pasien mengalami stenosis aorta berat disertai regurgitasi, dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri turun hingga 29%. Operasi konvensional dinilai berisiko sangat tinggi. Tim memilih penggantian katup melalui kateter lewat arteri femoralis, dengan dukungan sirkulasi menggunakan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO).[1]
Penggantian katup aorta melalui kateter disingkat TAVR dan juga disebut TAVI. Dokter mengantarkan katup baru melalui kateter ke jantung, lalu menempatkannya di dalam katup yang menyempit. Setelah dikembangkan, katup baru mengambil alih fungsi mengatur aliran darah; katup lama biasanya tidak diangkat. Cara ini dapat menjadi pilihan bagi sebagian pasien stenosis aorta berat, termasuk sebagian yang tidak mampu menjalani operasi jantung terbuka.[2]
Ultrasonografi selama tindakan pada kasus Shaanxi menunjukkan katup baru bekerja dengan baik. Namun, laporan tidak memuat gejala setelah pulang, pemulihan fungsi jantung, atau tindak lanjut jangka panjang. ECMO merupakan bagian dari rencana dukungan untuk pasien tersebut. Fraksi ejeksi yang mirip pada pasien lain tidak dengan sendirinya berarti dukungan yang sama diperlukan.[1]

Nilai jantung dan pembuluh akses secara terpisah
Risiko tinggi pada operasi jantung terbuka tidak otomatis berarti pendekatan melalui kateter dapat dilakukan. Pasien di Shaanxi juga memiliki lengkung aorta dengan sudut tajam serta pembuluh besar yang mengalami kalsifikasi disertai trombus. Tim harus menilai cara mencapai katup sekaligus mempertahankan sirkulasi selama tindakan.[1]
Evaluasi umumnya menggunakan ekokardiografi untuk melihat jantung dan katup, CT untuk memperlihatkan jantung serta pembuluh secara terperinci, dan pemeriksaan arteri koroner bila diperlukan.[3] Hasilnya memengaruhi keputusan yang berbeda: dari mana kateter dapat masuk, apakah katup lama sesuai untuk pemasangan katup baru, serta apakah penyakit koroner juga perlu ditangani.[4,7] Saat membandingkan rencana rumah sakit di Tiongkok, mintalah tim menunjukkan temuan pencitraan yang mendukung atau membatasi jalur masuk yang diusulkan.
Penjelasan resmi European Society of Cardiology tentang pedoman katup tahun 2025 mempertimbangkan akses pembuluh dan anatomi katup bersama usia, penyakit penyerta, serta harapan hidup. Operasi tetap berperan penting pada pasien lebih muda dengan risiko operasi lebih rendah, atau pasien dengan katup aorta bikuspid.[4] Faktor ini membantu memahami perbandingan; rencana individu tetap perlu dinilai oleh tim jantung penerima.
Kondisi apa yang dapat mengubah pilihan?
Ringkasan tinjauan klinis American College of Cardiology menyebutkan beberapa kondisi yang dapat memengaruhi pilihan kedua pendekatan:[7]
Pernah menjalani operasi bypass koroner: operasi berikutnya mungkin melibatkan graft bypass yang masih berfungsi. Keadaan ini dapat menambah alasan untuk mendiskusikan TAVR.
Penyakit arteri perifer berat, misalnya pada arteri tungkai, atau kalsifikasi nyata di bawah katup: tindakan melalui kateter itu sendiri mungkin lebih sulit. Temuan ini tidak dapat diabaikan hanya karena risiko operasi jantung terbuka tinggi.
Katup aorta bikuspid: bentuk daun katup dan kalsifikasinya dapat tidak simetris sehingga memerlukan penilaian lebih teliti. Sebagian pasien berisiko operasi tinggi masih dapat mendiskusikan TAVR, tetapi tim harus menilai kesesuaian anatominya.[9]
Penyakit lain yang lebih tepat ditangani melalui operasi: penyakit koroner berat yang membutuhkan bypass, atau aneurisma akar aorta maupun aorta asendens, dapat membuat penanganan gabungan melalui operasi lebih layak dipertimbangkan.
Faktor-faktor ini dapat mengubah arah perbandingan, bukan daftar skor untuk menentukan kelayakan sendiri. Kasus Shaanxi menunjukkan bahwa risiko operasi dan kesulitan tindakan melalui kateter dapat sama-sama tinggi. Rumah sakit perlu menjelaskan alasan pilihannya dan rencana penanganan jika terjadi komplikasi serius.[1,5]
Apa yang perlu dibandingkan selain ukuran sayatan?
TAVR melalui arteri femoralis tidak memerlukan pembukaan tulang dada, tetapi cedera pembuluh darah, perdarahan, stroke, atau kebocoran pada katup baru tetap dapat terjadi. Sebagian pasien mengalami gangguan hantaran listrik jantung dan memerlukan alat pacu jantung permanen. Komplikasi serius, termasuk kematian, juga mungkin terjadi.[5] Tidak perlunya operasi jantung terbuka saja tidak membuktikan TAVR lebih aman bagi orang tertentu.
Obat dapat meredakan sebagian gejala, tetapi tidak dapat memperbaiki katup yang menyempit. Penggantian katup melalui operasi tetap menjadi pilihan lain. Dilatasi balon dapat digunakan pada keadaan tertentu, tetapi perbaikannya sering hanya sementara.[5] Jika tim menganjurkan salah satu pilihan, tanyakan mengapa pilihan lain kurang sesuai, bukan hanya membandingkan lama rawat inap.
Penggantian katup melalui operasi tidak selalu berarti sayatan panjang di dada. Sebagian pasien dapat dipertimbangkan untuk operasi melalui sayatan dada yang lebih kecil, setelah dinilai kesesuaiannya.[8] Pastikan apakah tindakan yang ditawarkan adalah melalui kateter atau operasi minimal invasif. Jalur menuju jantung dan cara menangani katup lama berbeda.
Berapa lama katup pengganti dapat bertahan?
TAVR menggunakan katup jaringan biologis, sedangkan penggantian melalui operasi dapat menggunakan katup mekanis atau biologis.[6,8] Katup mekanis umumnya lebih tahan lama, tetapi memerlukan antikoagulasi seumur hidup. Katup biologis dapat mengalami degenerasi, dan sebagian pasien memerlukan tindakan lagi di kemudian hari.[8] Bagi pasien lebih muda yang diperkirakan akan menggunakan katup selama bertahun-tahun, perbedaan ini mungkin lebih penting daripada lama rawat inap awal.
Jangan menganggap pemasangan katup lain di dalamnya nanti pasti dapat dilakukan. Kelayakan TAVR ulang dan akses untuk pemeriksaan serta terapi arteri koroner di masa depan perlu dipertimbangkan sebelum penggantian pertama.[7] Daya tahan katup harus dinilai dalam rencana jangka panjang individu. Gambaran umum umur katup biologis tidak menentukan tanggal penggantian Anda sendiri.[4,7]
Katup biologis juga tidak menjamin bahwa obat pencegah bekuan darah sama sekali tidak diperlukan setelah tindakan. Jenis obat dan durasinya tetap bergantung pada keadaan individu.[6] Jika kekhawatiran akan perdarahan akibat antikoagulasi memengaruhi pilihan katup, mintalah tim menjelaskan rencana obat pascatindakan yang sebenarnya.
Siapkan kelanjutan perawatan sebelum ke Tiongkok
Hasil ekokardiografi, CT atau angiografi yang sudah ada, serta catatan rawat inap terbaru akibat gagal jantung dapat disusun mengikuti Panduan menyiapkan rekam medis dan pencitraan untuk tim yang ingin Anda temui. Kirimkan dahulu dokumen yang tersedia; rumah sakit menentukan pemeriksaan tambahan yang diperlukan.
Kontrol dan pencitraan berkala tetap diperlukan setelah tindakan untuk menilai fungsi katup baru. Ikuti petunjuk tim perawatan tentang jenis obat dan lama penggunaannya.[6] Saat evaluasi di Tiongkok, diskusikan juga layanan spesialis jantung yang akan melanjutkan perawatan setelah Anda pulang serta dokumen yang perlu dibawa. Hasil selama tindakan dalam laporan rumah sakit tidak menggantikan penilaian individu untuk keluar rumah sakit atau perjalanan pulang.
Jika saat ini muncul nyeri dada, sesak napas berat yang mendadak, atau pingsan, segera cari pertolongan medis darurat setempat. Jangan menunggu janji di Tiongkok atau evaluasi jarak jauh.[6]
Konsultasi perawatan
Ceritakan kondisi dan kebutuhan Anda. Rekam medis belum lengkap? Tetap boleh bertanya.
Bacaan terkait
Sumber dan referensi
- Shaanxi Provincial People's Hospital: Tim multidisiplin melakukan TAVR berbantuan ECMO pada pasien dengan fraksi ejeksi sangat rendah (19 Oktober 2026).
- American Heart Association: Apa itu TAVR? (TAVI) (terakhir ditinjau 21 Juli 2026).
- Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust: Evaluasi TAVI (ditinjau April 2025).
- European Society of Cardiology: Pedoman ESC/EACTS 2025 untuk penanganan penyakit katup jantung—penjelasan resmi penerbitan (30 Agustus 2025).
- Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust: TAVI untuk stenosis aorta—gambaran umum (ditinjau April 2025).
- Mayo Clinic: Penggantian katup aorta melalui kateter (TAVR) (12 Agustus 2025).
- American College of Cardiology: Pendekatan pengambilan keputusan untuk pasien stenosis aorta muda dan berisiko rendah—poin utama (14 November 2024). Digunakan untuk faktor anatomi, penyakit penyerta, dan pengelolaan jangka panjang; ambang usia lama di Amerika Serikat dan Eropa tidak diadopsi.
- NHS: Cara penggantian katup jantung dilakukan (ditinjau 17 Juli 2025).
- EACTS: Pedoman ESC/EACTS 2025 untuk penanganan penyakit katup jantung—pengantar resmi (29 Agustus 2025).